Wednesday, December 23, 2009

aneka masakan ikan gabus lezat

ikan gabus yang mengandung protein paling tinggi di antara ikan tawar, Protein yang tinggi ini memberikan rasa yang sangat gurih lezat yang khas dipunyai ikan gabus;
- ikan gabus goreng santan lada hitam lombok ijo
- gulai ikan gabus
- ikan gabus pucung, rawon gabus
- ikan gabus pepes panggang
- ikan gabus asam manis
- pindang pedas ikan gabus
- gulai ikan gabus
- sambel goreng iwak delek
- iwak delek panggang
- sup ikan gabus
- pecel dleg
- dlek panggang
gambar tidak urut, urutke dewe



















Tuesday, December 22, 2009

panduan ternak ikan gabus dari FAO

berikut ini link panduan budidaya ikan gabus dari website FAO,oleh peneliti Thailand, NACA Head Office, National Inland Fisheries Institute, Kasetsart University Campus, Bangkhen, Bangkok, Thailand;
http://www.fao.org/docrep/field/003/AC238E/AC238E00.htm

koleksi ikan gabus dunia

para kolektor ikan gabus, bisa saling tukar info n upload koleksinya dengan species ikan gabus di seluruh dunia, kalau bisa n tau dilengkapi dengan penyebaran jenis speciesnya, upload di sini:
http://www.monsterfishkeepers.com/forums/showthread.php?t=75290

Saturday, November 28, 2009

kutuk wanted di maryland

gambar; Coba lihat poster wanted ikan gabus ini, sungguh menggelikan. Poster ini dipasang diseluruh distrik dan pojok kota di Maryland oleh Maryland Departement of Natural Resources Fisheries Service.

Katanya orang amerika, ikan gabus ini menghabisi semua jenis ikan lokal yang ada di sana hehe... membahayakan kelangsungan regenerasi ikan-ikan lokal katanya, dan mereka kuwalahan untuk membasmi ikan ini.... sehingga komunitas peduli ikan lokal amerika bersama-sama bertekad membasmi ikan pendatang baru dari asia ini. Mereka serius sekali dengan program pemberantasan ikan gabus ini, dan mereka berkumpul bersama mendatangi tempat-tempat dimana ikan gabus bersarang, dan berusaha memusnahkannya…… tapi apa yang terjadi…..diracun yang banyak kena malah ikan lokal, dipancing juga cuma ketangkap satu dua, disetrum juga masih bisa melarikan diri dengan meluncur cepat seperti terpedo, memang ikan gabus adalah ikan pemangsa yang dirancang sangat hydro dinamis, dan bisa meluncur secepat terpedo bila sedang menerkam mangsanya atau sedang kaget melarikan diri.

Belum sempat mereka membasmi ikan gabus, malah ikan gabus sudah berkembang pesat merajai, menguasai, menginvasi dan menjajah seluruh system DAS (daerah aliran sungai) di sana… terpaksa deh, siap siap...ikan lokal asli amerika musnah.. seperti nasib Bangsa Indian yang mereka musnahkan. Mungkin 5 taun lagi ikan gabus baru berhak mendapat resident visa untuk menjadi ikan lokal amerika haha... kok lama sekali? ya memang amerika ini terkenal susah untuk memberi resident visa, termasuk kepada si ikan gabus haha... kapokmu kapan... ono ono wae mbul, mosok gabus di lawan...edan yak e.

Sementara disini, ikan gabus dihabisi para maniak kutuk.. tragis.. anak-anak gabus ditangkap buat pakan ikan louhan, memang orang indonesia lebih pintar menangkap ikan gabus daripada bule amerika. Dan menurut balai statistik Banjarmasin, ikan gabus ini menjadi salah satu penyebab inflasi di Banjarmasin, karena ikan haruan ini sudah mulai jarang dan susah di temukan, sementara permintaan warga Banjarmasin akan ikan gabus ini masih tinggi, karena sudah menjadi lauk andalan di Banjarmasin...badannya bulat gilig, panjang, berisi daging semua, durinya cuma ditengah, kaya albumin dan mengandung protein paling lengkap diantara ikan ikan lainnya, dan yang penting adalah rasanya yang sangat gurih..(Rini ML)

Video di bawah ini adalah ahli Biologis Virginia, 300 km dari Maryland yang DAS nya juga sudah dikuasai oleh ikan gabus, mereka lagi nyetrum sungai untuk menghabisi ikan gabus di sungai Potomac, lumayan banyak ikan gabus yang tertangkap;



Yang ini liputan National Geo Wild ttg ekspansi ikan gabus;




Friday, November 27, 2009

ikan gabus super protein lengkap

Cepat Sembuh Berkat Ikan Gabus
Kandungan albuminnya sangat tinggi sehingga dapat mempercepat penyembuhan.

Pernah melihat ikan gabus yang hidupnya di rawa-rawa? Rupanya memang jelek. Meski begitu, rasanya tak kalah lezat dari ikan salmon. Ikan gabus mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional, bahkan pasar-pasar modern. Biasanya dalam bentuk kering alias ikan gabus asin.

Sayangnya, belum banyak orang yang menjadikan ikan gabus sebagai lauk favorit. Padahal, selain rasanya yang lezat, ikan gabus juga memiliki manfaat yang sangat besar untuk kesehatan. Kandungan protein albuminnya yang sangat tinggi, membuat ikan gabus dapat digunakan untuk membantu mempercepat penyembuhan beragam penyakit, dari kekurangan gizi hingga HIV-AIDS.

Adalah Prof. DR. dr. Nurpudji A. Taslim, MPH., SpGK., ahli gizi dari CFNH (Center for Food, Nutrition, and Health) bersama rekan-rekannya di Universitas Hasanudin, yang berhasil membuktikannya. Ide penelitian ikan gabus berawal dari kebiasaan masyarakat Sulawesi Selatan, seperti di daerah Sidrat, Sengkang, yang selalu memberikan menu ikan gabus jika ada yang sakit. "Mereka yakin kalau ikan gabus ada manfaatnya namun tak bisa membuktikan secara ilmiah," ungkap Pudji, yang lantas melakukan uji coba dengan memberikan masakan ikan gabus kepada pasien di RS Wahidin Sudiro Husodo, Makassar, Sulawesi Selatan. Setelah beberapa kali mengonsumsi ikan gabus, kadar albumin si pasien meningkat sehingga kesehatannya pun membaik lebih cepat.

Masalahnya, tak semua orang suka dengan rasa dan bau ikan gabus. Apalagi, sulit sekali menyiapkan masakan ikan gabus setiap saat di rumah sakit. Belum lagi, komposisinya yang tidak pas. Akhirnya, Pudji mengakali dengan membuat ekstrak ikan gabus dalam bentuk cairan yang nantinya dimasukkan melalui selang makanan. Meskipun berhasil meningkatkan kadar albumin, tetapi banyak pasien tetap menolak karena baunya yang amis.

Pudji menganggap, kedua cara pemberian tadi tidak efektif. Akhirnya, sekitar tahun 2004-2005, Pudji dan rekan-rekannya menemukan cara yang dianggap jauh lebih efektif. Ikan gabus dibuat ekstrak dalam bentuk bubuk lalu dimasukkan ke dalam kapsul. Terbukti, pemberian kepada pasien jauh lebih mudah, tak ada yang menolak karena seperti layaknya minum obat biasa. Juga, tak perlu repot memasak dan tak perlu takut dosisnya kurang.

Kapsul ekstrak ikan gabus pun dikirim ke berbagai posyandu, puskesmas, dan rumah sakit di beberapa daerah di Indonesia. Selain untuk membantu pasien yang tak mampu, juga dalam rangka meyakinkan para dokter bahwa kapsul tersebut memang benar-benar dapat digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit. Terbukti, pasien dengan luka habis operasi, sirosis hati, ginjal, luka yang besar, dan TBC, bisa sembuh lebih cepat. "Sekitar 10 sampai 14 hari kadar albuminnya naik 0,6 sampai 0,8," jelas Pudji. Bahkan pada penderita HIV-AIDS, kadar albuminnya juga bisa naik sehingga berat badan si penderita naik perlahan.

Hasil penelitian yang dilakukan sejak 1994 ini, lalu didaftarkan permohonan patennya dengan nomor P00200600144, berjudul produk konsentrat protein ikan gabus. Departemen Kehakiman mengumumkannya pada 8 Maret 2007 dengan nomor publikasi 047.137.A. "Kami ingin penelitian yang sudah dilakukan sejak lama membuahkan hasil dengan hak paten," kata Pudji. Ya, dan semoga semakin banyak orang sakit yang dapat segera disembuhkan!

APA SIH ALBUMIN ITU?


Albumin merupakan bagian dari protein yang sangat penting untuk tubuh. "Tubuh kita terdiri dari 60% plasalbumin," jelas Pudji. Albumin berada di dalam darah dan berfungsi mengatur keseimbangan air dalam sel, memberi gizi pada sel, dan mengeluarkan produk buangan. Selain itu, albumin juga berfungsi mempertahankan pengaturan cairan dalam tubuh.

Bila kadar albumin rendah, maka protein yang dikonsumsi anak akan pecah. Protein yang seharusnya dikirim untuk pertumbuhan sel, menjadi tidak maksimal. Pada anak yang kekurangan albumin pun, seperti penderita TBC, maka obat yang diminum daya kerjanya kurang maksimal. Sedangkan pada anak yang sedang berada di fase golden age (1-5 tahun), kekurangan albumin sangat mengganggu pertumbuhan otaknya. Semakin sedikit albumin, pertumbuhan sel di otak akan semakin sedikit. Sel yang sedikit membuat anak tak tumbuh lebih cerdas.

Kadar albumin normal dalam tubuh antara 3,5-4,5. Bila kurang dari 2,2 menunjukkan masalah pada tubuh. Umumnya, masalah gizi, karena zat gizi yang dibawa di dalam darah sangat kurang sehingga tak bisa memberi gizi pada sel. Hal ini akan memengaruhi kesehatan anak. Bisa saja anak kekurangan gizi hingga mengalami gizi buruk. Kekurangan gizi ini pun berdampak terhadap daya kekebalan tubuh yang sangat rendah sehingga anak mudah sakit. Sedangkan pada anak yang menderita penyakit tertentu, semisal TBC, akan lebih lama disembuhkan.

Sebenarnya, tubuh memiliki cadangan albumin yang bisa digunakan bila asupan albumin sangat kurang. Letaknya berada di dalam otot. Namun bila albumin cadangan ini diambil terus-menerus, anak akan mengalami gangguan berat badan. Ia terlihat sangat kurus dan tubuhnya tidak bugar. Tak heran bila anak yang sangat kurus diindikasikan kekurangan albumin di dalam tubuhnya.

Berbeda bila kadar albumin di dalam tubuh mencukupi, selain daya tahan tubuh meningkat, proses penyembuhan dari penyakit pun lebih cepat. Bila pun kelebihan biasanya disimpan di jaringan lemak dan tak akan membahayakan anak. "Tapi anak yang mengalami kelebihan albumin jarang sekali ditemukan," kata Pudji.

Pudji melakukan penelitian terhadap dua anak dengan gizi buruk yang sedang dalam pengobatan. Anak pertama diberikan biskuit yang tak mengandung albumin, sedangkan anak kedua diberikan biskuit yang mengandung albumin. Hasilnya, anak yang diberikan biskuit dengan kandungan albumin ikan gabus, BB-nya naik lebih cepat.

AYO, BERIKAN IKAN GABUS!

Tak hanya anak sakit yang kekurangan albumin, anak sehat pun bisa mengalami kekurangan albumin namun pada saat itu dia tidak sedang sakit. Bisa ditunjukkan dengan tubuh anak yang kurus, tidak terlihat segar, lemah, dan sebagainya. Namun gejala kurus tidak bisa selalu diindikasikan kalau anak kekurangan albumin. Bisa saja anak memang punya genetik kurus dari kedua orangtuanya atau penyakit lainnya. Menurut Pudji, untuk mendapatkan jawaban yang tepat, darah anak harus diperiksa di laboratorium untuk diketahui kadar protein albuminnya.

Namun, jangan menunggu sampai anak kekurangan albumin. Kita harus mencegah kejadian tersebut karena sangat mengganggu daya tahan tubuh, juga sistem metabolismenya. Kita bisa memberikan albumin secara alami kepada anak. Misalnya dengan menyediakan lauk ikan gabus dalam menu anak. Apalagi, ikan gabus mudah sekali didapatkan di pasar-pasar.

Menurut Pudji, kita bisa bebas memberikan ikan gabus kering atau basah. Namun karena rasa dan baunya yang tak selalu disenangi setiap anak, maka kita perlu membuat variasi menu yang menarik supaya anak senang mengonsumsinya. Bisa digoreng asin, goreng manis, dibuatkan abon, bahkan bisa disantan seperti ikan kakap. Sedangkan untuk bayi, bisa dicampur dengan nasi tim.

Mengenai waktu pemberiannya bisa kita atur sendiri: seminggu sekali atau dua kali, bahkan setiap hari pun boleh. Dengan mengonsumsi ikan gabus diharapkan anak tak akan kekurangan albumin. Namun tentu saja, kita tak boleh mengesampingkan asupan gizi seimbang. Gizi seimbang harus kita perhatikan dengan baik. Jadi, sekarang jangan memandang ikan gabus sebagai lauk orang pinggiran mengingat manfaatnya yang sangat besar.

ALTERNATIF PENGOBATAN MURAH

Kapsul ekstrak ikan gabus bisa dijadikan alternatif pengobatan yang sangat murah. Bayangkan, anak yang berkadar albumin rendah harus diberi infus seharga sekitar Rp1,4 juta per botol. Minimal pemberian adalah 3 botol. Jika dikalikan, maka biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp4,2 juta. Bila kebutuhan infus lebih banyak, tentu biaya yang dikeluarkan pun jauh lebih besar. Tak heran bila banyak orangtua dari kalangan tak mampu sering mengeluh akan besarnya biaya pengobatan.

"Saya tidak tega melihat ibu yang memiliki anak gizi buruk namun tak bisa berbuat apa-apa," tutur Pudji. Nah, dengan kapsul albumin dari ikan gabus seharga Rp3.000 per buahnya, bila pemberiannya 2 kapsul sekali minum sehari 3 kali selama 10 hari, maka total biaya yang harus dikeluarkan hanya Rp180.000. Tentu biaya ini jauh lebih terjangkau, sementara kemampuan menaikkan kadar albuminnya pun sama. Terbukti, dari penelitian yang dilakukan Pudji, pemberian kapsul dapat meningkatkan BB anak sebanyak 1 kg setiap bulan.

Keresahan Pudji akan banyaknya kasus gizi buruk pada anak pun terobati. Sebab, kini mereka tak perlu membayar mahal bila ingin memperbaiki masalah gizi anak. Mereka bisa menggunakan kapsul atau biskuit albumin ikan gabus. Atau, mereka bisa memberikan lauk ikan gabus pada anak-anak mereka.
source; http://www.fishyforum.com/fishysalt/fishyronment/7275-cepat-sembuh-berkat-ikan-gabus.html

pasar ikan gabus di kamboja

Cambodia merupakan surganya ikan gabus, daerah rawa-rawa kamboja merupakan habitat yang sempurna bagi ikan gabus untuk berburu dan berkembang biak. Namun rupanya ikan gabus disana juga sedang marak diburu, masyarakat ibukota kamboja Phnom Penh rupanya juga penggila daging ikan gabus yang lezat gurih ini. Ribuan ton ikan gabus tiap taunnya di beli oleh pengepul di kota kecil Chbbar Ampouv untuk kemudian dipasarkan di Phnom Penh menggunakan truk dan sepeda motor. Berikut cuplikan cerita dari turis yang berkunjung dan melihat pasar ikan gabus di Chbbar Ampouv;

Unless you happen to work at Cambodia’s Ministry of Fish, it’s unlikely that you’ll ever hear about Chbar Ampouv. If you eat fish in Phnom Penh, you will have certainly eaten something that has changed hands there, most likely, trei ros.

The ubiquitous snakehead fish arrives at the Chbbar Ampouv landing point packed live in thin metal boxes, baskets, and tarpaulin-lined Toyota Camrys literally filled to the roof with flapping farmed fish. The modified Camrys drive straight into the unloading point; open the doors and a wave of fish slops out onto the concrete to be sorted into boxes of living and dead by the waiting attendants. A tango of weighing, tallying, repacking and on-selling ensues. The thousands of tons of snakehead that change hands at Chbbar Ampouv dock every year are redistributed by truck and motorcycle to Phnom Penh’s more consumer-oriented markets and a few cases make it across the street to the neighbouring bulk market.
source;http://www.phnomenon.com/index.php/cambodian-food/phnom-penh/chbbar-ampouv-market-snakehead-heaven/

gambar 1; bok-bok alumunium berisi ikan gabus
gambar 2; memilah meyortir ikan gabus berdasar ukuran
gambar 3; contoh ikan gabus yang dikeluarkan dari bok


Sunday, November 15, 2009

IKAN GABUS PENYEBAB INFLASI

PEMICU inflasi di kota-kota lain biasanya sektor jasa, properti, atau permintaan barang-barang konsumsi lainnya yang khas kota dan modern. Namun, di Banjarmasin, pemicu inflasi itu justru dipicu hal sepele, yaitu langkanya ikan Gabus atau dalam bahasa local disebut ikan Haruan (Ophiocephalus striatus atau Channa striatus), ikan Pepuyu/Betok (Anabas testudineus), Sepat (Trichogaster spp), dan Seluang (Rasbora spp).

Memang menggelikan, tetapi itulah kenyataan data dari BPS Kalimantan Selatan (Kalsel) yang membuktikan kelangkaan ikan lokal mendongkrak inflasi.
Sumbangan perubahan harga ikan Haruan tidak tanggung-tanggung karena menduduki urutan teratas dari 10 komoditas di Kalsel yang menjadi pendorong inflasi. Masyarakat Kalsel memang “candu” dengan ikan lokal, terutama Haruan. Oleh karena itu, berapa pun harga ikan Haruan akan tetap dibeli.

Kini harga Haruan basah mencapai Rp 25.000 per kilogram dan untuk Haruan yang sudah dikeringkan mencapai Rp 35.000 per kilogram. Ikan Pepuyu, Sepat, dan Seluang kering berkisar antara Rp 30.000 sampai Rp 35.000 per kg.

Di antara keempat ikan tersebut, Haruan memang paling dibutuhkan karena selain harganya relatif murah, rasanya juga khas gurih. Ikan lainnya memang tak diragukan kelezatannya, namun karena sangat langka maka hanya orang tertentu saja yang mampu membelinya.
Ciri-ciri umum haruan, yaitu bentuk tubuhnya hampir bulat, makin ke belakang makin gepeng. Kepala agak gepeng dan bentuknya seperti ular. Ikan karnivora yang bergigi di rahang ini berwarna coklat sampai hitam pada bagian atas dan coklat muda sampai keputih-putihan pada bagian perut.

Di Kalimantan terutama di Kalsel, ikan Haruan hidup di air rawa-rawa yang masam dan menyukai air yang tergenang. Penyebarannya meliputi Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Cina, India, Sri Lanka, dan Indonesia (Jawa, Sulawesi, Bangka, Bali, Lombok, Madura, Flores, Ambon, dan seluruh Kalimantan).

Ikan Haruan merupakan makanan rakyat yang umumnya dimakan bersama ketupat Kandangan. Di Kaltim, ikan Haruan biasanya dimasak bumbu merah untuk menemani menu sarapan Nasi Kuning dipagi hari.
“Daging haruan di sini (Kalsel) lebih enak dibandingkan dengan haruan Kaltim atau haruan Jawa. Dulu di Kaltim saya tidak bisa makan haruan karena di tempat saya, haruan yang seperti kepala ular itu tidak dimakan. Tapi setelah di sini haruan menjadi makanan favorit saya,” kata Halimatus Sadiyah, staf Dinas Perikanan dan Kelautan Kalsel yang lahir di Kaltim.

Selain dikeringkan, ikan Haruan kini juga diproses menjadi abon yang harganya tak kalah menariknya. Rp 12.000 per bungkus plastik yang beratnya 100 gram. Abon ini juga menjadi oleh-oleh favorit dari Kalsel dan Kaltim.

Ikan seluang berbentuk pipih kecil seperti ikan wader di Jawa. Ikan ini termasuk makanan kelas elite yang kini hanya beberapa restoran dan hotel saja yang menyediakannya. Setiap tamu yang menginap di hotel berbintang di Kalsel pasti disuguhi menu ikan Seluang ini.

Selain itu, terdapat pula ikan Sepat yang juga merupakan jenis ikan yang disukai orang Kalimantan. Badannya pipih, jari-jari pertama sirip perut memanjang seperti cambuk yang berguna sebagai peraba. Dari hidung sampai ekor membujur bercak-bercak hitam. Matanya relatif besar, sisiknya kecil-kecil dan kasar.
Ikan sepat di Kalsel hidup di rawa-rawa dan rasa dagingnya berbeda dengan sepat di Jawa. “Sepat rawa ini lebih kecil dan biasanya dikeringkan untuk dikirim ke Jawa,” kata Khairudin, Kepala Seksi Produksi Perikanan Darat Kalsel.
Ikan sepat tersebut dihasilkan petani rawa saat pasca panen. Jadi, seusai memanen padi, ibu-ibu mencari sepat dan kemudian langsung menjemurnya di emperan rumah. Hal ini menjadi pemandangan menarik di sepanjang jalan tepi Sungai Martapura, Kabupaten Banjar.

Namun, kini keempat jenis ikan idola Kalsel tersebut semakin langka, terutama ikan seluang, pepuyu, dan sepat. “Di pasar kalau ada ikan seluang atau pepuyu pasti jadi rebutan. Sekarang ini sulit mencari ikan-ikan itu,” kata Diana, pemilik warung makan yang menyajikan ikan lokal di Banjarmasin.

Wahidah, penduduk Desa Malintang, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, yang sering mencari ikan Sepat, Pepuyu, dan Seluang mengakui sekarang ini mencari kedua ikan itu sulit didapatkan. (AMR/yul)